Abstract. Artikel ini membahas secara teologis gagasan Jabariyah dan Qadariyah dalam sejarah teologi Islam. Dalam perkembangan dan pertentangan keduanya. Jabariyah dan Qadariyah memiliki
Iman Kepada Qadha dan Qodhar. Rukun iman yang terakhir adalah beriman kepada qadha dan qodhar. Sebagai seorang mukmin, kita harus mengakui dan meyakini bahwa setiap hal yang terjadi di dunia ini atas izin Allah. Kita harus menerima dengan lapang dada semua ketentuan-Nya, baik yang bagi kita baik ataupun kurang baik.
E. Iman Kepada Qadar Allah Iman kepada qadar adalah membenarkan dengan keyakinan yang kuat bahwa semua yang terjadi meliputi perkara yang baik maupun buruk serta segala sesuatu merupakan qadha dan qadarnya Allah. Firman Allah dalam Qs. Al-Qamar: 49.
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan karunia-Nya lah kami dapat menyesaikan penulisan Makalah “Iman Kepada Qadha dan Qadar ” yang penulis susun untuk memenuhi salah satu tugas Aqidah . Tak lupa shalawat dan salam semoga tetap tercurah pada Nabi akhir zaman Muhammad SAW, kepada keluarga, para sahabat dan seluruh
Walaupun masalah qadha’ dan qadar menjadi ajang perselisian di kalangan umat Islam, tetapi Allah telah membuka hati para hamba-Nya yang beriman, yaitu para salaf shaleh yang mereka itu senantiasa menempuh jalan kebenaran dalam pemahaman dan pendapat. Menurut mereka qadha’ dan qadar adalah termasuk
Salah satunya dari rukun iman tersebut adalah iman kepada qadha dan qadar. Dengan demikian , bahwa mempercayai qadha dan qadar adalah merupakan pengakuan hati kita. Kita harus yakin dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan adalah atas kehendak Allah. b.
nKp3JvP. 91 68 283 343 138 123 348 108 159
makalah iman kepada qadha dan qadar